Loading Screen V2

Pengembangan Kapasitas untuk Agroforestri Berkelanjutan

Di Good Forest Indonesia, kami percaya bahwa restorasi jangka panjang bergantung pada kapasitas masyarakat yang kuat. Hal ini sejalan dengan prinsip kami bahwa memulihkan hutan bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga memberdayakan masyarakat yang merawat dan menjaganya.

Melalui kegiatan pengembangan kapasitas, Good Forest Indonesia terus memperkuat pengetahuan staf lapangan dan petani dengan membekali mereka pemahaman dan keterampilan yang lebih baik dalam budidaya komoditas agroforestri, seperti jengkol, petai, dan kakao.


Membangun Kapasitas dengan Pertukaran Pengetahuan

Staf lapangan memiliki peran penting dalam mendampingi petani sepanjang perjalanan restorasi. Sebagai jembatan utama antara Good Forest Indonesia dan petani lokal, penguatan kapasitas teknis staf menjadi hal yang penting untuk memastikan pendampingan yang diberikan di lapangan didasarkan pada pengetahuan yang tepat dan dapat diterapkan.

Good Forest Indonesia baru saja menyelesaikan penyelenggaraan pengembangan kapasitas bagi staf lapangan untuk meningkatkan pemahaman mereka mengenai budidaya jengkol, petai, dan kakao. Pengembangan kapasitas ini dilakukan melalui dua kegiatan berbeda, yaitu Training of Trainers (ToT) Beansdengan menghadirkan ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM), serta pelatihan budidaya kakao melalui learning visit ke Mars Cocoa Academy di Sulawesi Selatan, Indonesia.

Tidak hanya staf lapangan, dalam pelaksanaan Pelatihan Budidaya Kakao kami juga mengundang para petani terpilih yang memiliki potensi untuk menyebarkan pengetahuan mereka secara mandiri di desanya. Dengan pendekatan ini, peningkatan kapasitas tidak hanya berhenti pada staf lapangan, tetapi juga membekali petani dengan pengetahuan dan keterampilan yang dapat mereka teruskan kepada petani lokal lainnya di sekitar mereka.


Training of Trainers (ToT) Budidaya Jengkol dan Petai

Jengkol dan petai merupakan salah satu komoditas yang termasuk dalam program penanaman pohon Good Forest Indonesia. Kedua komoditas ini ditanam dengan pendekatan agroforestri untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus menjadi sumber alternatif pendapatan jangka menengah untuk petani.

Melalui pelatihan ini, staf lapangan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai teknik budidaya dan pengelolaan tanaman. Selain itu, staf juga mempelajari analisis kondisi lahan, strategi pola tanam, tahapan pengembangan agroforestri, serta pengenalan komoditas petai dan jengkol serta kebutuhan budidayanya.

“Bagi saya pribadi, ToT Beans bukan hanya menjadi kesempatan untuk menambah pengetahuan tentang budidaya jengkol dan petai, tetapi juga menjadi bekal untuk menjalankan peran saya sebagai Field Project Officer dengan lebih baik. Pelatihan ini memperkuat pemahaman saya tentang teknik budidaya, pengelolaan lahan, serta pendekatan agroforestri yang dapat disesuaikan dengan kondisi petani.” Ferri Fernando, Field Project Officer at GFI.

Dalam kegiatan ini, Good Forest Indonesia melibatkan Ratih Madya Septiana, seorang ahli yang memiliki pengalaman dan keahlian praktik budidaya jengkol dan petai. Selain memberikan pelatihan, Ibu Ratih hadir untuk mendukung pengembangan kurikulum pembelajaran yang akan dibagikan ke petani.

Melalui proses ini, Good Forest Indonesia tidak hanya bertujuan memperkuat kapasitas teknis staf lapangan, tetapi juga membekali mereka dengan perangkat pembelajaran dan panduan terstruktur untuk mendampingi petani serta memfasilitasi kelompok tani secara lebih efektif.


Pelatihan Budidaya Kakao di Mars Cocoa Academy, Sulawesi Selatan

Pelatihan ini bertujuan untuk memperluas pengetahuan mereka mengenai budidaya kakao melalui learning visit ke Mars Cocoa Academy di Sulawesi Selatan, Indonesia. Mars Cocoa Academy merupakan pusat pelatihan budidaya kakao yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan kualitas budidaya kakao melalui pelatihan teknis dan pengembangan bisnis bagi petani dan penyuluh.

Melalui learning visit, staf dan petani mendapatkan pelatihan budidaya kakao baik secara teori maupun praktik. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk mengenal secara langsung teknologi dan praktik budidaya kakao yang belum banyak dapat diakses oleh petani lokal.


Pelatihan Menuju Dampak yang Berkelanjutan

Kami percaya bahwa pengembangan kapasitas tidak berakhir ketika rangkaian pelatihan selesai. Dampak yang sesungguhnya akan dimulai ketika pengetahuan diterapkan, dibagikan, dan terus berkembang di dalam masyarakat. Bagi kami, pengetahuan yang diperoleh akan mendukung proses pendampingan yang lebih baik kepada petani dan memperkuat penerapan praktik agroforestri berkelanjutan.

Bagi para petani yang mengikuti pelatihan di Mars Cocoa Academy, program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam budidaya kakao, tetapi juga membangun kepercayaan diri agar mereka mampu mengelola dan merawat kebun mereka secara mandiri. Pada akhirnya, kepercayaan diri ini dapat menciptakan efek multiplier di lingkungan sekitar, dengan mendorong para petani untuk menerapkan dan berbagi pengetahuan yang telah mereka peroleh kepada petani lainnya di komunitas mereka.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Good Forest Indonesia (GFI) yang telah memfasilitasi saya selama mengikuti kegiatan pelatihan di MARS Academy. Banyak materi yang saya dapatkan selama pelatihan yang sangat memotivasi saya untuk kedepannya menciptakan berbagai inovasi di kebun, terutama untuk membangun kebun yang berkelanjutan, baik dari segi tanaman maupun dari segi ekonomi. Saya berharap melalui bimbingan dan pendampingan dari GFI, saya dapat menerapkan ilmu yang telah saya peroleh dan menciptakan sesuatu yang bermanfaat, bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi juga bagi orang-orang di sekitar saya, khususnya masyarakat di desa saya.” — Prianto, Petani Kakao

Setiap pembelajaran yang diperoleh, setiap keterampilan yang dikembangkan, dan setiap petani yang diberdayakan, berkontribusi pada visi yang lebih besar: menciptakan lanskap yang lebih sehat dan didukung oleh masyarakat yang memiliki pengetahuan serta kepercayaan diri untuk menjaga dan memulihkan lingkungannya.

Karena hutan yang berkelanjutan tidak hanya tumbuh dari pohon yang kita tanam, tetapi juga dari pengetahuan yang kita tumbuhkan.


Scroll to Top