Musim kemarau dan kebakaran hutan dan lahan tahun ini menjadi pengingat bahwa upaya restorasi berlangsung di tengah berbagai ketidakpastian. Tidak ada kegiatan penanaman maupun praktik pemeliharaan yang dapat menjamin suatu bentang alam sepenuhnya terbebas dari kebakaran atau kekeringan.
GFI terus mendampingi petani setelah tahap awal penanaman melalui pendampingan petani, penguatan kapasitas, penerapan praktik agroforestri, serta pemantauan pertumbuhan pohon. Agroforestri mengombinasikan pepohonan dengan berbagai tanaman budidaya pilihan, sehingga petani memiliki beragam sumber hasil pertanian dan pendapatan. Pendampingan petani membantu memperkuat pengetahuan dan praktik yang dibutuhkan untuk mengelola sistem tersebut, sementara pemantauan pohon memungkinkan kami untuk mengikuti perkembangan pertumbuhannya dari waktu ke waktu.
Meskipun berbagai upaya ini tidak dapat menghilangkan seluruh risiko lingkungan, langkah-langkah tersebut berkontribusi terhadap pemulihan bentang alam dalam jangka panjang sekaligus mendukung mata pencaharian masyarakat yang bergantung padanya.
Tantangan yang dihadapi Kalimantan Tengah sangat besar, dan tidak ada satu organisasi pun yang dapat mengatasinya sendiri. Restorasi membutuhkan komitmen berkelanjutan, kolaborasi, serta pemahaman bahwa merawat sebuah bentang alam merupakan sebuah proses, bukan intervensi yang hanya dilakukan satu kali.
Kami berterima kasih kepada semua pihak yang terus mendukung perjalanan ini.