Loading

Refleksi Musim Tanam 2025/2026

Musim tanam 2025/2026 hadir bersama dinamika cuaca yang penuh ketidakpastian. Namun, di tengah ritme alam yang terus bergerak ini, kami tidak pernah berhenti menanam harapan. Setiap bibit yang kami siapkan bersama para petani adalah wujud nyata komitmen kami untuk memulihkan lahan dan menumbuhkan masa depan yang lebih lestari.

Di Indonesia, periode ini diwarnai dengan curah hujan yang cenderung lebih tinggi dari biasanya, namun datang dengan jeda yang tidak lazim. Jika biasanya hujan mulai membasahi tanah pada bulan Oktober, tahun ini terjadi pada bulan November. Pergeseran siklus ini menuntut penyesuaian strategi yang signifikan di lapangan, terlebih saat intensitas hujan meningkat tajam sejak akhir 2025 dan mencapai puncaknya di awal 2026.

Meski dihadapkan pada tantangan tersebut, berkat dukungan dan kepercayaan Anda, pada musim tanam 2025/2026 ini kami berhasil mendistribusikan sebanyak 108.073 bibit kepada para petani dampingan, dengan total luas lahan sebesar 130 hektar. Ribuan bibit tersebut terdiri dari beragam komoditas yang menyesuaikan dengan minat petani, seperti jengkol, petai, mangga, sengon, cempedak dan buah lokal paken atau durian. Angka ini bukan sekadar statistik distribusi; ini adalah representasi dari upaya kolektif, ketangguhan petani, dan semangat gotong royong untuk satu tujuan mulia: untuk mewujudkan hutan yang baik sebagai solusi iklim demi masa depan generasi mendatang.


Highlight Planting Season 2025/2026 (Photo: GFI Communication Team)

Proses ini tidak berhenti ketika bibit berpindah tangan. Perjalanan panjang justru dimulai saat bibit ditancapkan ke tanah. Tim kami melanjutkan upaya ini dengan pemantauan verifikasi tanaman secara berkala serta pendampingan intensif kepada petani. Tujuannya jelas, yaitu memastikan setiap bibit tertanam dengan baik dan memastikan ilmu yang telah dibagikan dalam Sekolah Lapang Petani (FFS) dapat diterapkan secara optimal.

Bekerja selaras dengan alam adalah sebuah keniscayaan dalam proses restorasi. Waktu tanam menjadi lebih lentur, mengikuti ritme jeda hujan dan kelembapan tanah. Medan yang kami tempuh pun kerap kali menuntut lebih dari sekadar tenaga. Beberapa lahan hanya bisa diakses melalui jalur air, sementara jalur darat berubah menjadi licin dan tergenang. Di sinilah ketangguhan dan kesabaran diuji, sebuah tantangan yang setiap tahun harus kami taklukkan agar bibit dapat sampai ke tangan yang tepat.

Namun, kami percaya bahwa kolaborasi adalah kunci untuk meredakan segala kendala. Bersama para petani, kami menjalani proses ini dengan saling berbagi pengetahuan dan kearifan lokal. Para petani adalah mitra terbaik kami dalam membaca bahasa alam, intuisi, dan pengalaman mereka dalam mengenali kondisi lahan serta cuaca, yang menjadi kompas yang memastikan bibit-bibit ini dapat tumbuh dan bertahan secara optimal.

"Musim tanam selalu mengajarkan kami tentang seni menunggu dan keberanian mengambil keputusan. Alam memang tidak selalu mudah ditebak, tetapi ketika kami melihat bibit kecil itu akhirnya tegak di tanah, kami tahu bahwa ini bukan sekadar pekerjaan. Ini adalah ikhtiar kami untuk meninggalkan warisan udara bersih dan tanah yang subur bagi anak cucu. Selama ada kemauan dan kerja sama, securam apa pun langitnya, kami akan tetap menanam." — Yunizar, Nursery & Planting Manager, GFI. 

Sebagai penutup, musim tanam 2025/2026 tidak hanya kami maknai sebagai periode pelaksanaan program, melainkan juga sebagai momen pembelajaran yang berharga bagi Good Forest Indonesia. Setiap musim tanam kembali meneguhkan keyakinan kami akan kekuatan kolaborasi dan ketekunan. Menanam pohon bukan sekadar meletakkan bibit di dalam tanah; ia adalah seni merawat proses panjang yang melibatkan alam, manusia, dan waktu. 

Kami menutup musim tanam tahun ini dengan penuh rasa syukur dan bangga. Perjalanan ini kami lanjutkan melalui proses evaluasi yang mendalam bersama seluruh tim. Setiap tantangan akses, penyesuaian waktu, hingga pencapaian di lapangan menjadi fondasi berharga untuk menyusun strategi yang lebih matang ke depan, mulai dari perencanaan distribusi yang lebih presisi hingga penguatan pendampingan berkelanjutan.

Tim Good Forest Indonesia (Photo: GFI Communication Team)

Dengan refleksi ini, Good Forest Indonesia berkomitmen untuk memulai musim tanam berikutnya dengan lebih optimal. Bersama Anda, kami akan terus memastikan bahwa setiap bibit memiliki peluang terbaik untuk tumbuh, memberikan dampak ekologis jangka panjang, dan menghadirkan senyum bagi generasi mendatang.

Scroll to Top