Proses ini tidak berhenti ketika bibit berpindah tangan. Perjalanan panjang justru dimulai saat bibit ditancapkan ke tanah. Tim kami melanjutkan upaya ini dengan pemantauan verifikasi tanaman secara berkala serta pendampingan intensif kepada petani. Tujuannya jelas, yaitu memastikan setiap bibit tertanam dengan baik dan memastikan ilmu yang telah dibagikan dalam Sekolah Lapang Petani (FFS) dapat diterapkan secara optimal.
Bekerja selaras dengan alam adalah sebuah keniscayaan dalam proses restorasi. Waktu tanam menjadi lebih lentur, mengikuti ritme jeda hujan dan kelembapan tanah. Medan yang kami tempuh pun kerap kali menuntut lebih dari sekadar tenaga. Beberapa lahan hanya bisa diakses melalui jalur air, sementara jalur darat berubah menjadi licin dan tergenang. Di sinilah ketangguhan dan kesabaran diuji, sebuah tantangan yang setiap tahun harus kami taklukkan agar bibit dapat sampai ke tangan yang tepat.
Namun, kami percaya bahwa kolaborasi adalah kunci untuk meredakan segala kendala. Bersama para petani, kami menjalani proses ini dengan saling berbagi pengetahuan dan kearifan lokal. Para petani adalah mitra terbaik kami dalam membaca bahasa alam, intuisi, dan pengalaman mereka dalam mengenali kondisi lahan serta cuaca, yang menjadi kompas yang memastikan bibit-bibit ini dapat tumbuh dan bertahan secara optimal.
"Musim tanam selalu mengajarkan kami tentang seni menunggu dan keberanian mengambil keputusan. Alam memang tidak selalu mudah ditebak, tetapi ketika kami melihat bibit kecil itu akhirnya tegak di tanah, kami tahu bahwa ini bukan sekadar pekerjaan. Ini adalah ikhtiar kami untuk meninggalkan warisan udara bersih dan tanah yang subur bagi anak cucu. Selama ada kemauan dan kerja sama, securam apa pun langitnya, kami akan tetap menanam." — Yunizar, Nursery & Planting Manager, GFI.
Sebagai penutup, musim tanam 2025/2026 tidak hanya kami maknai sebagai periode pelaksanaan program, melainkan juga sebagai momen pembelajaran yang berharga bagi Good Forest Indonesia. Setiap musim tanam kembali meneguhkan keyakinan kami akan kekuatan kolaborasi dan ketekunan. Menanam pohon bukan sekadar meletakkan bibit di dalam tanah; ia adalah seni merawat proses panjang yang melibatkan alam, manusia, dan waktu.
Kami menutup musim tanam tahun ini dengan penuh rasa syukur dan bangga. Perjalanan ini kami lanjutkan melalui proses evaluasi yang mendalam bersama seluruh tim. Setiap tantangan akses, penyesuaian waktu, hingga pencapaian di lapangan menjadi fondasi berharga untuk menyusun strategi yang lebih matang ke depan, mulai dari perencanaan distribusi yang lebih presisi hingga penguatan pendampingan berkelanjutan.